# Aksi Konservasi Ex-Situ Nepenthes adrianii oleh SabaWana dan BAF

- Link: https://bcslamet.com/aksi-konservasi-ex-situ-nepenthes-adrianii-oleh-sabawana-dan-baf/
- Published: 2026-10-28T15:10:05+07:00
- Author: eventor

Gunung Slamet menyimpan kekayaan ekologis yang luar biasa, salah satunya adalah 
_Nepenthes adrianii_ atau yang dikenal sebagai Kantong Semar Slamet. Spesies karnivora
endemik eksotis ini berada dalam kondisi kritis dan terancam punah di alam liar,
dengan estimasi sisa populasi hanya sekitar 2.600 tanaman akibat kebakaran hutan,
degradasi habitat, serta penjarahan liar berskala besar untuk perdagangan ilegal.
Berangkat dari kekhawatiran bersama akan ancaman kepunahan tersebut, sebuah forum
bertajuk **Gendu-Gendu Rasa Pecinta Alam** digelar di kawasan Baturraden Adventure
Forest (BAF) pada 26 Mei 2021. Pertemuan reflektif ini menjadi tonggak sejarah krusial
yang akhirnya melahirkan **Perkumpulan SabaWana**, sebuah wadah yang bersama BAF
menjadi motor penggerak utama program penyelamatan dan konservasi _Nepenthes adrianii_.

Dalam forum awal tersebut, dirumuskan serangkaian langkah konkret penyelamatan terpadu,
mulai dari penangkaran atau pembiakan, pembuatan demplot, pemetaan sebaran, pendataan
populasi, hingga penyusunan strategi keberlanjutan program konservasi. Hanya berselang
beberapa hari, tepatnya pada 1 Juni 2021, komitmen tersebut langsung diwujudkan 
dalam aksi nyata persiapan konservasi ex-situ di BAF. Tim berhasil mengumpulkan 
sebanyak 300 spesimen kantong semar dari masyarakat di kawasan lereng selatan Gunung
Slamet, mencakup Desa Karang Salam di Kecamatan Baturraden, serta Desa Semaya dan
Desa Baseh di Kecamatan Kedungbanteng. Spesimen-spesimen tersebut kemudian dipindahkan
ke fasilitas BAF untuk menjalani proses pembiakan, pemeliharaan, dan pembesaran 
secara terukur.

Fasilitas pendukung utama dalam memastikan kelangsungan hidup spesimen di luar habitat
aslinya adalah pembangunan _greenhouse_ atau rumah kaca dan demplot khusus di area
lereng selatan BAF. Lingkungan buatan ini dirancang presisi untuk mereplikasi iklim
mikro alami lereng gunung di atas 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl) yang bersuhu
dingin dan lembap. Di dalamnya, pemeliharaan dilakukan secara ketat dengan media
tanah berhumus tebal, kelembapan udara yang dijaga sangat tinggi, serta intensitas
pencahayaan yang terkontrol. Selama rentang tahun 2021 hingga 2022, fasilitas ini
terbukti efektif menjadi bantalan ekologis: dari total 300 tanaman yang dibiakkan,
tanaman yang berhasil adaptif terus dirawat hingga tumbuh sehat, sementara angka
kematian dapat ditekan di kisaran 50 tanaman.
